Oleh: ahjun | 6 Oktober, 2008

Kapan Kita Menang …


Kemenangan adalah hasil dari sebuah pertarungan, kemenangan lahir dari perjuangan sedangkan kehidupan merupakan suatu perjuangan. Kemenangan akan lahir dari kehidupan ini. Fenomena semangat yang tinggi dan kerja keras dalam mengejar ijasah, kekayaan dan jabatan dapat kita lihat dengan jelas saat ini, demikian pula dengan rendahnya semangat dalam mengejar surga. Ada apa dengan penerus bangsa? yah… , ijasah, kekayaan dan jabatan, telah menjadikan cita-cita yang sanggup melahirkan kemauan keras sedangkan untuk meraih surga belum terwujud suatu kerja keras.

Surga, cita – cita tertinggi muslim sejati.
(…rindu surga adalah jalan keluar untuk mengurangi rasa cinta dunia yang berlebihan, mengatasi sifat malas beribadah dan motivasi untuk memperindah akhlak…)
Cita-cita akan melahirkan semangat hidup, sedangkan semangat hidup melahirkan semangat kerja. Cita-cita memunculkan semangat kerja yang berkesinambungan sedangkan angan-angan memunculkan semangat kerja yang sesaat atau tidak sama sekali. Sehingga jelas cita-cita ≠ angan-angan.

Apakah kita merindukan surga?
Adakah perindu surga yang malas membaca Al Qur’an?
Adakah perindu surga yang malas melaksanakan shalat berjamaah di masjid?
Adakah perindu surga yang pendendam?
Adakah perindu surga yang bodoh akan agamanya? etc
(Anda bisa menjawabnya dan temukan jawabannya)

Kita harus menjadikan surga sebagai cita-cita tertinggi, kita harus menghidupkan rindu surga, karena dengannya dapat mengurangi rasa cinta dunia yang berlebihan, mengatasi sifat malas beribadah dan dapat memperindah akhlak.

Karakteristik pribadi muslim ideal (Imam Hasan Al Banna)
• Aqidah yang benar
• Ibadah yang benar
• Kuat jasmani
• Mampu mencari nafkah
• Akhlak yang mantap
• Teratur dalam segala hal
• Mengendalikan hawa nafsu
• Bermanfaat bagi orang laina

5 (lima) kiat yang sebaiknya kita amalkan secara kontinyu demi terwujudnya kemenangan pribadi.
1. Berjiwa pembelajar sejati
2. Aktif mensucikan diri setiap hari
3. Senang bekerjasama dengan orang lain
4. Berusaha untuk menjadi lebih baik.

(Sumber : Mudzakkir M, Arif, MA. “Kapan Kita Menang”)


Responses

  1. kalau diijinkan, saya ingin menambahkan,
    “mari kita niati sekolah, kuliah, kerja atau apa pun aktivitas kita sebagai ibadah… perbedaan ibadah & bukan, terletak pada niat…”

    terima kasih sharingnya…
    semoga bisa menjadi ilmu yg bermanfaat & Multi Level Pahala (MLP), amin…
    selamat Berpuasa… semoga segala ibadah kita diterima oleh Allah SWT, amin…

    sebagai tambahan, saya membuat tulisan untuk menjawab mengapa kita masih didera malas beribadah, baik mahdhah maupun ghayru mahdhah, terutama di luar Ramadhan…

    tulisan saya tentang “Mengapa Pahala Tidak Berbentuk Harta Saja, Ya?”

    silakan berkunjung ke:

    http://achmadfaisol.blogspot.com/2008/08/mengapa-pahala-tidak-berbentuk-harta.html

    semoga Allah menyatukan dan melembutkan hati semua umat Islam, amin…

    salam,
    achmad faisol
    http://achmadfaisol.blogspot.com/

  2. mohon maaf… selamat berpuasanya kurang kata “syawal
    …🙂


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: