Oleh: ahjun | 17 Desember, 2009

6 Tanda Sekolah Anda Perlu Berubah



1. Tidak ada kerjasama antar subyek pembelajaran. Guru asyik dengan subyek dan pembelajarannya sendiri di kelas. Menganai bagaimana kerjasama yang baik antar bidang studi saya punya contoh menarik, dalam situs aksi guru saya melihat sebuah kerjasama yang baik antara guru bahasa dan guru bimbingan konseling saat siswa membuat video mengenai bullying. Silahkan baca pengalamannya dan buktikan betapa guru dan siswa menikmati proses tersebut. Jadi tunggu apa lagi, wahai para guru mari sama-sama lakukan sinergi
2. Guru menggunakan dan mengembangkan kurikulum agar siswa bisa menghafal fakta-fakta. Pertanyaan guru dalam menilai siswa hanya berputar pada fakta yang dengan sekuat tenaga siswa hapalkan. Sangat jauh dari tantangan bagi siswa saat mereka besar nanti yang membutuhkan kreativitas dan daya analisa yang mumpuni untuk bisa bersaing.

3. Siswa ditekankan belajar hanya untuk meraih ‘nilai’ yang tinggi. Sama sekali tidak dihubungkan dengan belajar sebagai kebiasaan sampai mereka besar nanti. Karena sesunguhnya belajar adalah proses, maka dengan menanamkan beajar hanya untuk nilai maka siswa akan sekuat tenaga mencapai nilai yang ‘tinggi’. Jadi jangan salahkan siswa jika mereka mencontek dan berbuat curang, karena dimata mereka guru hanya memerlukan nilai yang bagus dan bukan proses ‘menemukan’ pengetahuan sebagai pembelajar.
4. Guru dan buku teks adalah satu-satunya sumber pengetahuan. Kehidupan di kelas dan sekolah hanya berkisar pada buku teks dan guru. Mari merubah pandangan bahwa guru mesti tahu segala, jadikan semua hal yang ada di sekitar sekolah sebagai sumber pembelajaran. Baik orang-orang , profesi serta kehidupan di sekitar sekolah, mereka adalah ‘guru’ yang bisa membukakan mata siswa bahwa proses belajar bisa berasal dari dan didapat dari mana saja.
5. Guru menulis perencanaan pembelajaran di RPP nya dengan kata-kata “Siswa dapat memahami atau siswa bisa menyebutkan..”. Serta sederet kata-kata lain yang intinya siswa hanya diminta untuk mengingat detail, menghafal, dan menguasai pengetahuan sebanyak-banyaknya tanpa diminta berpikir kritis dan adanya proses mempertanyakan kembali pengetahuan apa yang sudah mereka dapat dikelas.
6. Siswa pasif dan gurunya yang aktif. Di kelas yang terjadi adalah guru aktif berceramah selama jam pelajaran, dan siswa dihukum jika lengah atau tidak mendengar. Padahal di jaman sekarang susah sekali meminta siswa mendengar lebih dari 15 menit, lebih dari waktu itu pikiran mereka akan melayang ke tempat lain. Jadi daripada marah kepada siswa lebih baik cari strategi pembelajaran sebanyak-banyak nya agar guru tidak jadi orang yang membosankan dikelas.

Sumber : gurukreatif.wordpress.com


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: